https://lucuaja.files.wordpress.com/2010/04/image033-705205.jpg?w=216


TAIWAN
– Seorang pria dengan delapan istri serta 32 anak,Liu Ho-mu,bisa mengumpulkan voucher belanja senilai USD4.500 dan menjadi penerima terbesar paket bantuan pemerintah.

‘Tampaknya keluarga saya akan mendapat keuntungan terbesar dari program tersebut. Saya sangat senang, ini akan banyak menolong kami,’ ujar Liu kepada televisi lokal. Liu yang menyebut dirinya guru spiritual itu telah lebih dari 20 tahun hidup bersama delapan perempuan yang memberikan 32 anak di Kota Changhua.

Kehidupannya menarik perhatian publik sejak empat tahun silam saat kelompok hak asasi perempuan mendesak kejaksaan untuk memeriksa status hubungan mereka yang disebut bigami. Bigami merupakan bentuk kejahatan di Taiwan di mana pelakunya dapat dihukum dengan penjara maksimal lima tahun.

Namun Liu mengklaim bahwa seluruh upacara pernikahan mereka dipimpin oleh ‘dewa, hantu,dan Buddha’. Liu bersikeras tidak melanggar undang-undang apa pun karena dia tidak secara resmi mendaftarkan hubungan suami istri ganda itu sebagai hubungan legal. Berdasarkan skema voucher belanja yang diperkenalkan pemerintah pada Selasa (18/10), 41 anggota keluarganya mendapatkan uang sekitar USD- 4.500.

Skema itu dibuat pemerintah untuk mendorong belanja dan perekonomian. Berdasarkan skema tersebut, sebanyak 23 juta rakyat Taiwan, tanpa memperhatikan umur dan kekayaan,akan mendapatkan USD109 per orang. ‘Program pemerintah itu diperkirakan menelan biaya hingga 82 miliar dolar Taiwan dan berkontribusi meningkatkan 0,64% GDP pada 2009,’ ungkap juru bicara Pemerintah Taiwan.

Perdana Menteri (PM) Taiwan Liu Chao-Shiuan pada Selasa (18/11) siang mengumumkan bahwa kabinetnya telah menyetujui rencana voucher belanja yang akan berlaku sebelum Tahun Baru China pada 26 Januari 2009 mendatang. Oposisi Partai Progresif Demokrat (DPP) menentang rencana tersebut dan men-desakagar rencana itu diganti dengan pengembalian pajak dan subsidi tanah.

Menurut DPP, itu lebih efektif dan lebih mudah dilaksanakan untuk membantu keluarga berpenghasilan rendah. Sementara Menteri Keuangan Taiwan Lee Sush- Der menjelaskan bahwa Departemen Keuangan menyambut positif skema voucher belanja itu.

Menurut Lee, jika pajak pendapatan dan lainnya dari kas pemerintah tidak cukup mendanai kupon belanja itu,sumber pendanaan lain akan diambil dari pinjaman bank, saham publik, dan kas negara. Lee memastikan bahwa skema itu akan sukses karena telah direncanakan dengan matang oleh Dewan Perencanaan Ekonomi dan Pembangunan. (sindo//fit)

Sumber:Okezone.Com

Advertisements