Anak anjing yang mungil ini tinggal di balik jeruji karena tidak ada yang menginginkannya. Dan ia hanya mempunyai waktu satu minggu untuk merebut hati seseorang, sebelum ia dianestesia dan pergi ke surga anjing. Jepang kini sedang menghadapi epidemi anjing buangan, yang didepak ke penampungan karena tidak bisa mengikuti perubahan.

Anjing adalah aksesori tambahan, tetapi saat pemiliknya menyadari tanggung jawabnya yang besar, hal ini bisa menjadi masalah serius. Menyelamatkan hewan dari tempat penampungan sudah biasa di negara-negara industri, tetapi stigma dari memiliki anjing buangan masih kuat—menyebabkan anjing tunawisma di Jepang kurang beruntung.

Susan Mercer adalah pendiri HEART, sebuah organisasi yang berusaha menghindari anak anjing di Tokushima dari tempat penampungan.

[Susan Merge, Pendiri, HEART]:

“Di Jepang, orang tidak suka barang bekas. Jadi anjing ini yang masuk ke pusat (penampungan) dianggap barang rusak . Sebagian orang lebih suka hewan peliharaan yang lucu di toko hewan peliharaan.”

Situasi di Tokushima mengerikan. Pada tahun 2008, hampir tiga ribu anjing dianestesia.

Kelompok seperti HEART berusaha untuk merubah hal ini.

Mika Takahashi, seorang mahasiswa, mengemukakan pendapatnya.

[Mika Takahashi, Mahasiswi Universitas]:

“Saya tak bisa berpikir hal ini mungkin. Saya memiliki dua anjing karena seseorang menelantarkannya, tapi anjing adalah mahluk hidup, jika anda membuangnya, sama dengan membunuh.”

Tapi merubah sikap memerlukan waktu, dan selama anjing lucu tetap populer, penampungan lokal tetap akan sibuk menganestesia anjing yang tak diinginkan.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3778918

Advertisements